Selasa, 08 Oktober 2019

Berhenti Itu Sebentar Saja



Sahabat, masalah dan pekerjaan sering menjadi beban yang begitu sulit untuk diselesaikan. Kadang kita merasa masalah yang ada tidak akan pernah habis dan terus bertumpuk seakan berjejal memenuhi ruang dada kita. Nafas yang kita ambil begitu dalam dan berulang, seakan tidak cukup lagi untuk menghasilkan energy bagi tubuh. Semakin lengkap penderitaan ini, manakala kita merasa tidak lagi menemukan kawan yang bersedia meringankan beban yang semakin menempel kuat seolah berjalan di kubangan lumpur yang dalam.

Sahabat, pernahkah anda kemudian berfikir untuk berhenti ? menyelesaikan semua masalah dengan meninggalkannya. Sebuah keinginan yang wajar, saat kita merasa tidak mampu mengelolanya, sementara dukungan yang diberikan terasa lemah.

Sahabat, kadang berhenti itu bukan sebuah solusi. Bolehjadi kita justru meninggalkan masalah yang semakin besar dan terus memburuk. Akibatnya rasa bersalah akan terus menghantui setiap langkah yang kita lakukan.

Sahabat, masalah yang membersamai kita adalah rangkaian perjalanan yang akan menuntun kita kepada sebuah keberhasilan. Maka ketika kita berhenti, selesailah perjalanan itu dan kita akan mengulang lagi dari awal yang sangat mungkin menghasilkan masalah yang lebih sulit.

Sahabat, ambillah energy dari semangat kebaikan, bahwa segala upaya yang kita lakukan bukanlah sekedar merancang kesuksesan untuk diri kita sendiri. Namun lebih dari itu, kesuksesan yang kita tuju adalah kesuksesan banyak orang yang didalamnya kita menginginkan orang lain juga mendapatkan kesuksesannya.

Sahabat, kawan kita barangkali juga menghadapi masalah yang sama atau bahkan lebih berat. Tentunya ketika kita merasa mereka belum membantu, bukan karena mereka tidak ingin menolong kita. Bahkan, sebuah pertolongan tidak harus selalu nampak sebagai sebuah pertolongan yang terlihat. Bolehjadi mereka terus menolong dalam senyap, tersedu dalam doa yang tersaji setiap waktu manakala mereka sedang menyendiri.

Sahabat, terkadang kita memang harus berhenti. Berhenti untuk mengambil energy yang lebih besar lagi. Bukan berhenti untuk selamanya. Berhenti untuk berdialog denganNya, berhenti untuk merenungi perjalanan ini, berhenti untuk menata langkah dan berhenti untuk sekedar istirahat sejenak. Maka berhenti itu sebentar saja.
Selamat melanjutkan perjuangan. Yakinlah bahwa selama kita mengupayakan kebaikan, maka solusi atas masalah-masalah yang menimpa kita akan terus berdatangan. TETAPLAH SEMANGAT.

(ditulis di sela sela berhenti karena sakit, Temanggung 16 September 2015)


Tags :

bm

anantiyo

Pencari Inspirasi

Hikmah atau inspirasi adalah kekayaan yang menghidupkan akal, memperkuat insting kebijakan, dan mengkaryakan bakat .

  • anantiyo
  • M Anantiyo Widodo
  • anantiyo_widodo
  • anantiyo.widodo@gmail.com
  • Anantiyo Widodo

Posting Komentar