Jumat, 05 Desember 2014

Menghadapi kembalinya kurikulum 2006


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI akhirnya mengeluarkan surat Nomor : 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014 tentang pelaksanaan kurikulum 2013 yang menyatakan bahwa kurikulum 2013 dihentikan untuk sekolah-sekolah yang baru menerapkan selama satu semester. Keputusan ini ditanggapi dengan berbagai macam pendapat. Tentu ada yang setuju dan ada pula yang tidak.
Sebagai pelaksana kurikulum, setiap sekolah memang harus siap melaksanakan kebijakan apapun dari Negara. Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, akan lebih baik jika kita konsentrasi pada upaya untuk tetap memberikan pelayanan optimal pada setiap siswa.
Lalu apa yang perlu dilakukan ?
Hal pertama, sekolah perlu memetakan materi yang telah diajarkan pada kurikulum 2013 untuk semester satu dan dibandingkan dengan materi pada kurikulum 2006. Pemetaan ini sangat penting untuk menentukan materi yang akan diajarkan di semester dua agar seluruh materi bisa disampaikan secara efektif.
Hal kedua, pada kurikulum 2013 pelajaran TIK dihapuskan diganti dengan prakarya untuk tingkat SMP. Jika TIK kembali ada, maka setiap sekolah hendaknya bisa secara bijak memilah materi yang perlu diajarkan. Sehingga tidak harus seluruh materi satu tahun diajarkan pada satu semester.
Hal ketiga, yang paling penting sekolah harus memastikan setiap guru tenang menghadapi keputusan ini. Sebab jika guru mampu menghadapi dengan tenang pasti akan muncul langkah-langkah cerdas untuk kelangsungan proses pembelajaran. Ketenangan ini sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan keresahan siswa.
Hal keempat. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran berikutnya, guru tidak perlu harus merubah metode pembelajarannya. Jika metode pembelajaran yang dilakukan sudah tepat dan diperkirakan bisa menyelesaikan materi, maka lebih baik jika tetap diteruskan. Metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang diajarkan ketika pelatihan kurikulum 2013 tidak dilarang untuk digunakan pada kurikulum 2006. Namun bagi guru yang kesulitan untuk memakai metode-metode tersebut, dengan adanya keputusan ini bisa kembali memakai metode sebelumnya. Yang terpenting adalah bahwa sekolah perlu merancang program pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Dengan demikian siswa akan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.
Selamat berkreasi untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang akan membangun dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Nasib Bangsa dan Negara berada di tangan pendidik. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan jalan terbaik untuk para pendidik di negeri ini. amin

Oleh : M Anantiyo Widodo, SE (Kepala SMP IT Cahaya Insani)

Tags :

bm

anantiyo

Pencari Inspirasi

Hikmah atau inspirasi adalah kekayaan yang menghidupkan akal, memperkuat insting kebijakan, dan mengkaryakan bakat .

  • anantiyo
  • M Anantiyo Widodo
  • anantiyo_widodo
  • anantiyo.widodo@gmail.com
  • Anantiyo Widodo

Posting Komentar